Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 Januari 2016

"Merayakan Ingatan, Melawan Lupa": Sebuah Gerak Masa Depan.


Dalam Temu Raya Alumni Pendidikan Teologi (TRAPT) GPM di Ambon hari kemarin, Fakultas Teologi UKIM telah melaunching  buku penghargaan atau Feestchrift atas pengabdian seorang dosen Senior. Pak Saleky, begitulah sang Guru sering disapa. 

Beta sendiri tidak tidak punya pengalaman berguru dari beliau, bahkan belum pernah berjumpa samasekali. Tapi toh ini tak berarti bahwa tidak ada hubungan samasekali dengan beliau. Sebaliknya, sang guru ini telah melahirkan banyak guru-guru muda di Talake, yang di kemudian hari kepada mereka pun beta berguru. Sang guru senior ini ialah guru dari guru-guru beta atau beta adalah murid dari murid-muridnya. Di sinilah konektivitas  itu jelas adanya.

Sebagai penghormatan terhadap Sang Guru, maka Feestchrift yang diberi judul "Merayakan Ingatan, Melawan Lupa" itu diinisiatifkan oleh para alumni Pendidikan Teologi GPM yang wujudnya sekarang adalah Fakultas Teologi UKIM. Buku seri penghargaan tokoh ini sepenuhnya merupakan proyek Alumni dalam koordinasi bersama dengan pihak F. Th. UKIM. Sebagai proyek Alumni, maka buku ini pun dikonstruksi oleh pemikiran-pemikiran segar, original, dan kontekstual dari 'para Teolog asal Talake' melalui artikel-artikel yang beragam secara tematis. 

Keragaman tema dalam Feestchrift ini meliputi tema sejarah (sejarah sosial Gereja di Maluku, sejarah pendidikan Teologi GPM, metodologi sejarah dalam penelitian Teologi, dan filsafat sejarah kritis, serta isu-isu sejarah lainnya), ekoteologi, spiritualitas dan kearifan lokal, homiletika, dan bahkan korupsi sebagai tantangan berteologi dan bergereja di Indonesia. Dari keragaman tema ini tentu aksentuasi berada pada tema  sejarah, sebagaimana nadi dari buku ini: Melawan Lupa. 

Secara pribadi beta sangat mengapresiasi kerja keras para alumni sebagaimana mengapresiasi kesempatan untuk mengekspresikan gagasan di Feestchrift ini. Ada beberapa ide yang bisa beta sampaikan terkait dengan lahirnya "Merayakan Ingatan, Melawan Lupa".

"Merayakan Ingatan, Melawan Lupa" sebagai proyek pertama dari komunitas APT-GPM merupakan sebuah langkah progresif yang harus mendapat sambutan positif. Munculnya Feestchrift ini, bagi beta, memiliki multi-indikasi. Indikasi utama ialah bahwa jaringan alumni semakin kuat, sekalipun selama ini kurang terkoordinir secara organisasi. Wilayah penyebaran alumni yang lintas geografis, lintas gereja, dan bahkan lintas profesi ternyata bisa dijaring dan dirangkul berdasarkan sebuah ingatan kolektif yang kuat mengenai identitas dasar sebagai produk Talake. 

Keberhasilan penjaringan ini sebetulnya merupakan modal untuk melakukan sesuatu yang lebih besar di masa mendatang... Semoga! Kendati begitu, penjaringan ini harus memiliki basis yang kuat dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur dan fungsional. Oleh karena itu, fungsionalisasi organisasi APT-GPM semoga diperkuat.

"Merayakan Ingatan, Melawan Lupa" pun mengindikasikan  bahwa khazanah berteologi di Indonesia semakin diperkaya oleh pikiran dari Talake. Kontribusi ide ini menunjukkan kemampuan berteologi yang tertuang di atas kertas dan dikonsumsi secara publik.

Publikasi perdana ini haruslah menjadi stimulus bagi para alumni untuk terus berpikir dan mengekspresikan tulisan yang dapat dipublikasikan. Publikasi ialah kata kunci di sini! Mengapa publikasi penting? Publikasi bukan sekedar soal pengekspresian ide, tapi juga menyangkut promosi dan sosialisasi, yakni sebagai upaya menempatkan 'diri' di tengah publik, nasional maupun internasional. Diri di sini tidak hanya bermakna personal, tapi juga institusional. Melalui publikasi orang mengenal siapa kita (red: F. Th. UKIM). 

Beta kira ke depannya publikasi kiranya harus mendapat perhatian serius terutama dari Fakultas Teologi UKIM yang sudah terbukti memiliki figur yang sepak terjangnya nasional dan internasional - Dr. Margaretha Hendriks-Ririmase, misalnya. Perempuan yang pernah menjabat sebagai Vice Moderator di Dewan Gereja se-Dunia ini memiliki kontribusi global yang mencengangkan. Tokoh-tokoh lain seperti Dr. Lies Marantika, Nancy Souisa, Dr. Cand., Steve Gasperz, Ph. D. Cand., Dr. Soni Hetharia, Monike Hukubun, Dr. Cand., Roland Samson, M. Th., Desi Tuasela, M. Th., Rie Apituley, M. Th. dan lain sebagainya adalah figur-figur yang sudah menasional dan bahkan menginternasional. Belum lagi para alumni dari luar F. Th. UKIM - Dr. Yudit Tiwery, Rudy Rahabeat, Dr. Cand., Elifas Maspaitella, M. Si., Jusnick Anamofa, M. Hum., Vin Labetubun, M. Th., Andre Souhoka, Micky Joseph, dan sederetan nama lainnya. Semua aset APT-GPM ini merupakan modal luar biasa yang diharapkan semakin giat memprimosikan pikiran Teologi Maluku melalui publikasi. 

Untuk menunjang publikasi, maka optimalisasi lembaga penerbitan harus dilakukan. UKIM Press sebagai lembaga penerbitan milik UKIM harus diboboti dengan sumber daya dan stakeholder atau mitra bestari yang juga memadai. Pemanfaatan lembaga ini pada akhirnya menunjang akreditasi lembaga. Hal ini tidak berarti bahwa kesempatan networking dan kerja sama dengan lembaga penerbitan lainnya, seperti BPKGM dan Kanisius harus tertutup. Sebab, idealnya publikasi dari APT-GPM sudah harus merambah kemana-mana. 

Akhirnya, selamat Merayakan Ingatan, Melawan Lupa. Semoga Feestchrift ini menjadi "stepping point" menuju masa depan. 

Nos Autem Praedicamus Christum Crucifixum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar